Faberge Eggs Dan Harta Karun Flor De La Mar Legendaris Yang Belum Ditemukan Sampai Sekarang

Faberge Eggs

Faberge Eggs atau disebut juga  Telur Faberge merupakan perhiasan yang menyerupai sebuah telur dan dibuat oleh Peter Carl Faberge di House of Faberge atas pesanan kerajaan Rusia waktu itu. Faberge membuat telur itu antara tahun 1885 sampai 1917 diberikan untuk Tsar Alexander III juga Nicholas II menjadi hadiah untuk ibu juga istrinya.

Faberge Eggs Dan Harta Karun Flor De La Mar Legendaris Yang Belum Ditemukan Sampai Sekarang

Faberge Eggs Dan Harta Karun Flor De La Mar Legendaris Yang Belum Ditemukan Sampai Sekarang

Perhiasan yang serupa dengan telur itu sangat indah, kemudian menghilang di masa akhir Tsar Nicholas II berkuasa setelah meletusnya Revolusi Bolsheviks waktu itu. Dan Bolsheviks segera mengambil alih House of Faberge juga menyita semua Faberge Eggs yang ada disana. Dan Faberge sendiri dengan keluarganya mengungsi menuju Swiss kemudian ia meninggal tahun 1920 disana.

Di sekitar tahun 1927  Joseph Stalin diketahui sedang menjual telur yang mempunyai nama unik itu lalu membuatnya menyebar seluruh dunia seperti Swiss,  Inggris,  Amerika, Monako, juga Jerman. Ratu Elizabeth II dari Inggris merupakan salah satu orang yang mempunyai Faberge Eggs tersebut. Walaupun beberapa telur itu dijual, tetapi sekitar 12 buah kemudian dikabarkan menghilang, dan  satu butir  Faberge Eggs itu diperkirakan Rp.89 Milyar nilainya.

Harta Karun Flor de la Mar

Flor de la Mar merupakan kapal perang Portugal terbesar memiliki berat 400 ton dan dikenal juga Flower of the Sea (bunga pantai). di tahun 1502 kapal itu melakukan pelayaran awal dan dipimpin oleh Estevao de Gama dan tak lain merupakan sepupu terkenal Vasco da Gama yang merupakan seorang penjelajah.

Faberge Eggs Dan Harta Karun Flor De La Mar Legendaris Yang Belum Ditemukan Sampai Sekarang

Faberge Eggs Dan Harta Karun Flor De La Mar Legendaris Yang Belum Ditemukan Sampai Sekarang

Kapal itu  berlayar menuju India juga mengangkut banyak harta benda berharga. Tetapi di saat perjalanan pulang ingin kembali, kemudian kapal tersebut mengalami masalah kebocoran dan memerlukan waktu beberapa bulan agar dapat sampai di tujuan mereka.

Belum sampai kembali menuju tujuannya kapal tersebut jatuh di tangan Albuquerque dan menjadikannya menjadi kapal memuat hasil jarahan di Desember 1511 waktu itu. Dan saat kapal itu berlayar melewati timur Samudra Pasai Indonesia badai terjadi dan menyebabkan kapal tersebut tenggelam disana, dan banyak korban jiwa berjatuhan akibat peristiwa itu. Tetapi Albuquerque sendiri behasil menyelamatkan diri dari bencana itu. Namun kapal bersama seluruh harta benda yang ada di dalamnya tenggelam dan diperkirakan bangkai kapal Flor de la mar masih berada di lautan Indonesia saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *