Patrice Evra Sebut Sosok Luis Suarez Adalah Pembohong

Patrice Evra Sebut Sosok Luis Suarez Adalah Pembohong

Patrice Evra Sebut Sosok Luis Suarez Adalah Pembohong

Mantan pemain belakang Manchetser United pernah terlibat perselisihan dengan Luis Suarez dimana saat itu berlangsung pertandingan antara Manchester United dengan Liverpool. Saat itu Luis Suarez sedang memperkuat tim Liverpool sedangkan Patrice Evra berada di posisi bek Manchester United. Pertandingan yang tengah berlangsung di Anfield Stadium pada bulan Oktober 2011 tersebut menjadi awal kericuhan dari kedua pemain tersebut. Dalam pertandingan tersebut Luis Suarez melontarkan kata-kata yang tidak pantas kepada Patrice Evra. Hal tersebut berbunyi “Jangan sentuh saya, saya tidak berbicara dengan niga.”

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan oleh Patrice Evra kepada wasit dan juga pelatih Sir Alex Ferguson. David De Gea yang berada di posisi kiper Manchester United juga membenarkan adanya insiden tersebut. Beberapa saat kemudian setelah pertandingan tersebut berakhit maka Luis Suarez di panggil oleh pengadilan. Di dalam pengadilan Luis Suarez awalnya tidak mengakui perbuatannya tersebut. Patrice Evra sendiri merasa kecewa sebab kata niga biasanya di pakai oleh orang di Amerika Selatan untuk menyebutkan kamu berkulit hitam. Hal tersebut jelas sekali merupakan sebuah penghinaan terhadap ras dan juga layak untuk mendapatkan sanksi.

Setelah persidangan lanjutan pada bulan Desember 2011 mkaa Luis Suarez dinyatakan bersalah dan mendapatkan sanksi berat yakni larangan bermain selama depalan pertandingan dan juga denda sebesar 40 ribu pound sterling. Kekesalan dari Patrice Evra tidak berakhir begitu saja sebab Liverpool tampak memberikan dukungan kepada Luis Suarez. Pada pertandingan setelahnya Liverpool memainkan pertandingan dengan semua rekan dari Luis Suarez yang mengenakan kaus bertuliskan dukungan kepada Luis Suarez. Hal ini tentunya sangat dibenarkan menurut Patrice Evra karena penghinaan kepada ras sudah merupakan pelanggaran dan untuk itu Luis Suarez mendapatkan sanksi berat akan tetapi sebagai klub besar Liverpool justru memberikan dukungan kepadanya.

Patrice Evra bahkan menyebutkan bahwa dirinya mendapatkan ancaman pembunuhan setelah persidangan dari Luis Suarez berakhir. Saat itu merupakan moment yang cukup menakutkan untuk intri dan anak dari Patrice Evra. Mereka harus berada didalam rumah dengan kondisi penjagaan oleh aparat berwajib di depan rumah mereka. Patrice Evra mengaku bahwa dirinya tidak merasakan ketakutan pada saat itu namun hal tersebut berbeda dengan istri dan anak-anaknya. Mereka merasakan ketakutan sejak ancaman pembunuhan tersebut diberikan kepada kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *